SMAN 2 Depok Pastikan Berita Diskriminasi Kegiatan Siswa Rohani Kristen, Hoax

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 17:16 WIB
SMAN 2 Depok Tepis Hoax Diskriminasi  Kegiatan Siswa Rohani Kristen: Dipindahkan.. (Instagram @rkjabarjuara)
SMAN 2 Depok Tepis Hoax Diskriminasi Kegiatan Siswa Rohani Kristen: Dipindahkan.. (Instagram @rkjabarjuara)

JemberNetwork.com - Baru-baru ini ramai di media sosial soal postingan yang memperlihatkan siswa SMAN 2 Depok tengah duduk dan berdiri di tangga dan lorong sekolah.

Nampak ada siswa yang memakai baju olahraga, dan seragam putih abu-abu.
Kemudia beredar kabar ila para siswa itu diduga tidak boleh memakai ruang kelas untuk kegiatan Rohani Kristen.

Bahkan disebutkan bahwa para siswa tersebut mengalami diskriminasi sehingga hanya boleh menggunakan tangga atau lorong sekolah untuk kegiatan Rohani Kristen.

Semakin liar rumor yang yang beredar di jagat maya pihak sekolah pun dengan tegas tepis berita Hoax tersebut melalui pernyataan tertulis kepala SMAN 2 Depok, Wawan Ridwan.

Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Palestina di Kualifikasi Piala Asia U-17 Malam Ini GRATIS

Ia mewakili pihak sekolah membantah telah melakukan diskriminasi pada siswa Rohani Kristen di sekolahnya dan dengan tegas menyatakan pemberitaan soal diskriminasi kegiatan rohani kristen yang viral tersebut adalah hoax.

"Tidak ada praktik diskriminasi terhadap kelompok agama tertentu di SMAN 2 Depok," Bunyi surat edaran dari pihak sekolah, Dikutip JemberNetwork.com pada akun instagram @rkjabarjuara Jumat 7 Oktober 2022.

Lebih lanjut Wawan mengatakan dalam kesimpulan surat edarannya bahwa seluruh aktivitas keagamaan di SMAN 2 Depok di fasilitasi dengan baik oleh pihak sekolah. Terlebih tak ada larangan untuk mengadakan kegiatan agama di SMAN 2 Depok.

"Seluruh aktivitas kegiatan keagamaan di SMAN 2 Depok sudah terfasilitasi dengan baik oleh sekolah. Tidak ada larangan apa pun untuk mengadakan kegiatan agama di SMAN 2 Depok," tulis kesimpulan poin 2 dan 3.

Baca Juga: Tidak Satu Atap Lagi dengan Rizky Billar, Lesti Kejora Angkut Semua Barang dari Rumah Kontrakan

Di kesimpulan surat edaran yang ke 4 Wawan pun menjalaskan tidak ada pembubaran ekstrakurikuler, khususnya Rohani Kristen.

Dalam keterangan surat tersebut dijelaskan bahwa ekstrakurikuler di SMAN 2 Depok memang ditiadakan sementara akibat adanya kegiatan Penilaian Tengah Semester (PTS).

"Kegiatan ekstrakurikuler yang dimaksud ditujukan kepada seluruh ekstrakurikuler tanpa terkecuali selama kegiatan PTS berlangsung. Hal ini dilakukan agar seluruh siswa-siswi fokus pada kegiatan PTS. Jadi tidak pernah ada pernyataan dari staf kesiswaan seperti yang tertulis bahwa akan membubarkan ekstrakurikuler, terlebih secara spesifik kepada Rohkris," bunyi surat pada poin kronologi sebenarnya

Dalam kronologi yang sebenarnya pihak SMAN 2 Depok menuturkan peristiwa itu terjadi saat ruang multiguna yang biasa digunakan siswa Rohani Kristen sedang berantakan karena digunakan untuk meletakkan seragam siswa kelas X.

"Oleh karena itu, untuk kegiatan Doa Pagi (Saat Teduh) bagi siswa-siswi beragama Kristen dipindahkan ke ruang pertemuan lantai 2. Informasi pindahnya ruangan sudah disampaikan oleh pihak sarpras pada hari Kamis ke kepala sekolah, petugas kebersihan (office boy), dan salah satu siswa Rohkris," pemaparan isi surat.

Baca Juga: Eksklusif! Presiden Arema FC Gilang Widya, Ungkap Kondisi Korban Dampak Tragedi Kanjuruhan

Pihak sekolah pun mengklarifikasi terkait foto yang menjadi viral di sosiak media, yang sebenarnya para siswa sedang menunggu pintu ruangan untuk dibuka oleh petugas kebersihan yang terlambat datang.

"Jadi ketika mereka menunggu di lorong ruang pertemuan. Jadi foto yang beredar di media bahwa seakan-akan murid sedang duduk di selasar atau pelataran atau lorong karena tidak diberi ruangan untuk kegiatan, sebetulnya tidak sesuai dengan yang diberitakan," bunyi keterangan pihak sekolah dalam surat edaran.***



Editor: Rizqillah

Sumber: Instagram @rkjabarjuara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X