Pengamat Kritik Kinerja Era Presiden Jokowi, Subsidi Turun 100 Persen Namun Hutang Naik 300 Persen! Kenapa?

- Jumat, 23 September 2022 | 06:45 WIB
Pengamat Kritik Kinerja Era Presiden Jokowi, Subsidi Turun 100 Persen Namun Hutang Naik 300 Persen! Kenapa?  (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Pengamat Kritik Kinerja Era Presiden Jokowi, Subsidi Turun 100 Persen Namun Hutang Naik 300 Persen! Kenapa? (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

JemberNetwork.com - Kinerja Presiden Jokowi menjelang akhir jabatannya menuai beragam tanggapan serta kritikan dari sejumlah pengamat.

Selama dua periode masa kepemimpinan Presiden Jokowi, sejumlah harga mengalami kenaikan. Terbaru yaitu BBM subsidi dan non subsidi.

Seperti Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu yang juga mengkritik kepemimpinan era Jokowi.

Dikatakan Said Didu berdasarkan sebuah data, selama masa kepemimpinan Jokowi angka subsidi turun hingga 100 persen, namun hutang justru naik sebesar 300 persen.

Baca Juga: Trending Twitter! Harga BBM Naik, Warganet Mengeluh Pertalite Semakin Boros, Ada Apa?

"Data bicara. Sejak pemerintahan Jokowi, secara prosentase, anggaran subsidi turun sktr 100 persen dari pemerintahan sebelumnya padahal utang naik 300 persen," ucap Said Didu, dilansir dari akun Twitter @msaid_didu.

Hal serupa juga diungkap oleh pengamat ekonomi, Awalil Rizky.

Menanggapi kritikan Said Didu kepada Jokowi, Awalil Rizky mengungkap RAPBN untuk subsidi yang disinggung oleh Said Didu sebelumnya.

"RAPBN 2023 merencanakan subsidi sebesar Rp297,19 Trilyun atau 9,77 persen dari Belanja Negara," tulisnya, dikutip dari akun Twitter @AwalilRizky.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X