Tembang Lingsir Wengi: Antara Filosofi, Stigma Mistis dan Kejayaan Dakwah Islam Pada Masa Wali Songo

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:30 WIB
Tembang Lingsir Wengi, Stigma Mistis dan Kejayaan Dakwah Islam Pada Masa Wali Songo (Freepik)
Tembang Lingsir Wengi, Stigma Mistis dan Kejayaan Dakwah Islam Pada Masa Wali Songo (Freepik)

JemberNetwork.com - Lingsir wengi merupakan tembang atau lagu yang berbahasa Jawa yang memiliki arti menjelang tengah malam.

Lagu lingsir Wengi bukan hanya sekedar sebuah lagu tetapi Sunan Kalijaga menggunakan lagu itu sebagai media dakwah. Dimana lagu itu dinyanyikan sehabis sholat malam sebagai pemujaan dan doa kepada Tuhan.

Tetapi pada zaman ini lagu lingsir wengi banyak digunakan sebagai latar belakang film horor atau film yang berbau kuntilanak.

Dilansir dari JemberNetwork.com dikutip dari Dewi Sundari Praktisi Kejawen dijelaskan bahwa lagu lingsir wengi merupakan sebuah lagi yang diciptakan Sunan Kalijaga sebagai lagu penolak bala agar selamat dari gangguan mahluk gaib di malam hari.

Baca Juga: Kenapa Tidak Boleh Membunuh dan Menyakiti Hewan Saat Istri Hamil? Inilah Mitos yang Populer di Indonesia

Isi liriknya hanyalah agar mendapatkan keselamatan dari musibah dan penyakit, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kuntilanak.

Pada masa wali songo, lingsir wengi dinyanyikan setelah sholat tahajud oleh Sunan Kalijaga. Lalu lagu ini kemudian dipopulerkan oleh para muridnya dan menyebar dikalangan masyarakat pada waktu itu.

Lalu waktu berlalu dan lagu atau tembang lingsir wengi kemudian menjadi lagu pengantar tidur oleh para ibu atau orang tua untuk membantu menidurkan anak mereka.

Lantunan doa dalam liriknya serta gending yang mendayu juga sangat cocok untuk memancing rasa kantuk.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Dewi Sundari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berikut 7 Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia

Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:45 WIB
X