UMARMOYO! Sebuah Upaya Untuk Menengok Kembali Kesenian Rengganis di Banyuwangi

- Senin, 23 Mei 2022 | 12:30 WIB
Suasana pameran Umarmoyo di Sempu, Banyuwangi (Dok. Istimewa)
Suasana pameran Umarmoyo di Sempu, Banyuwangi (Dok. Istimewa)

JemberNetwork.com - Kesenian Jangger Rengganis di Banyuwangi memiliki sejarah panjang sebagai salah satu alat penyebaran agama Islam.

Hingga paruh pertama abad ke-20, kelompok-kelompok Jangger Rengganis masih umum ditemui di berbagai tempat di Banyuwangi.

Kesenian rakyat ini–sebagaimana ludruk dan ketoprak–mulai ditinggalkan saat terjadi prahara budaya di tahun 1965.

Baca Juga: Netizen Menuduh Hybe Berbohong Tentang Kasus Kim Garam LE SSERAFIM di Media Sosial

Saat ini, sisa-sisa pemain Jangger Rengganis sepuh masih dapat ditemui. Satu-satunya kelompok Jangger Rengganis yang aktif terdapat di Desa Cluring, Banyuwangi

Naskah pertunjukan Jangger Rengganis sendiri diambil dari Serat Menak atau Hikayat Amir Hamzah.

Jalan panjang kesenian dalam sebuah wilayah harus dilestarikan dan dekat dengan masyarakat pemiliknya. 

Umarmoyo adalah pagelaran ruang pamer yang kemunculannya diinisisi untuk menghadirkan kembali kesenian Rengganis dalam masyarakat pemiliknya.

Baca Juga: Mbah Mijan Sebut Lokasi Kejadian KKN di Desa Penari Bukanlah di Banyuwangi, Tapi ini! Sama-sama Berinisial B

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X