Manunggaling Kawulo Gusti Ajaran Syekh Siti Jenar, Tentang Kesetaraan di Hadapan Tuhan! Benarkah Menyesatkan?

- Jumat, 1 Juli 2022 | 15:00 WIB
Manunggaling Kawulo Gusti Ajaran Syekh Siti Jenar, Tentang Kesetaraan di Hadapan Tuhan! Benarkah Menyesatkan? (Youtube @Elfiq Chanel)
Manunggaling Kawulo Gusti Ajaran Syekh Siti Jenar, Tentang Kesetaraan di Hadapan Tuhan! Benarkah Menyesatkan? (Youtube @Elfiq Chanel)

JemberNetwork.com - Syekh Siti Jenar tak bisa dipisahkan dari satu ajarannya yaitu ajaran Manunggaling Kawulo Gusti.

Syekh Siti Jenar merupakan satu tokoh yang tak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan Islam di Nusantara. Sosok ini merupakan satu tokoh yang cukup bersinggungan dengan Wali Songo sebagai penyebar Islam kala itu.

Nama asli dari Syekh Siti Jenar adalah Syaikh Sidi Zunnar.  Lalu mempunyai beberapa nama yang disematkannpada dirinya yakni sunan jepara, syekh lemah Abang, Siti ibrit, Siti Jenar dan masih ada beberapa nama lainnya.

Baca Juga: Biografi Singkat Sunan Gunung Jati, Hubungan Eril dengan Wali Songo Penyebar Ajaran Agama Islam di Pulau Jawa

Sosok ini merupakan seorang sufi dan ikut menjadi penyebar Islam di pulau Jawa terutama di daerah Demak. Ulama-ulama sufi yang menjadi rujukan Syekh Siti Jenar lah yang membuat nya berbeda pandangan dengan Wali Songo.

Ilmu tasawuf merupakan ilmu yang berdiri diatas fenomena pengetahuan intuitif yang sumbernya dari kalbu. Namun Syekh Siti Jenar kemudian menggabungkan ilmu bersumber dari kalbudengan ilmu logika sehingga ajaran yang disampaikan Syek Siti Jenar dianggap tidak lazim dalam pengajaran ilmu tasawuf.

Sejatinya ilmu tasawuf merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat intuitif yang bersifat rahasia tetapi oleh Syekh Siti Jenar dijadikan ilmu yang terbuka. Ilmu yang bersifat makrifat yang irasional dirubah menjadi rasional.

Baca Juga: Ajaran Dasa Pitutur dari Sunan Kalijogo Yang Sarat Nilai Filosofis dan Masih Relevan Sampai Sekarang.

Hal ini karena ajaran Syek Siti Jenar banyak dipengaruhi oleh tokoh sufi Husein bin Mansyur al-Hallaj dan Ibnu Araby.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X